Dulu, setiap membaca
iklan atau berita yang berkaitan dengan hadiah umrah, selalu terselip rasa,
“asyiknya ya dapat hadiah umrah, I wish I
was the lucky one.”
Ketika pada … November
2014 saat saya sedang sibuk menerima hadiah sertifikat, plakat, dan kotak
hadiah dari Rektor UNISBA, MC mengumumkan bahwa 1 orang Dosen Berprestasi dan 1
orang Karyawan Berprestasi memperoleh hadiah istimewa dari Rektor secara
pribadi, yaitu “UMRAH”. Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar!
Haru, syukur, bahagia, tak percaya dan sederet rasa
lainnya mendadak sesak memenuhi hati dan tumpah tak tertahankan di mata.
Bagiku, ‘hadiah umrah’ itu hanyalah wishful
thinking, tetapi hari itu Allah membuatnya nyata bagiku. Rasanya ingin
segera kurundukkan sujudku saat itu juga di momen ucapan selamat dan
bersalaman, namun mengingat berbagai hal, akhirnya sujud syukur itu kurundukkan
kemudian ketika usai shalat.
Apabila menggunakan teori tentang sebab-akibat yang
diajarkan oleh Von Bury, maka hadiah ini tentu bermula dari penugasan yang
diberikan oleh Ketua Bagian Hukum Perdata FH UNISBA kepadaku untuk mengikuti
Seleksi Dosen Berprestasi Tingkat Universitas yang diadakan pada bulan April
tahun 2014.
Pada awalnya aku merasa tidak layak karena tidak
memiliki jurnal internasional terbaru yang sudah published. Kalaupun ada, publikasi internasional yang pernah
kumiliki tahun 2002 dan 2003, atau publikasi secara online di website institusi
internasional OECD. Akan tetapi, yang terakhir itu tidak merupakan publikasi
yang diapresiasi di Ditjen Dikti. Paper hasil penelitian terakhir masih dalam
proses submission di satu jurnal
internasional yang terindeks di international index yang diakui Ditjen Dikti.
Publikasi dalam jurnal internasional menjadi satu penilaian penting dalam Lomba
Dosen Berprestasi di Tingkat Kopertis dan Nasional. Oleh karenanya, mengingat
ketidaklayakanku tentunya aku merasa segan dan sungkan untuk mengikuti Seleksi
Dosen Berprestasi ini. Namun mengingat berbagai pertimbangan lain, terutama karena tidak adanya rekan dosen lainnya yang berkesempatan mewakili Fakultas Hukum
untuk maju ke tingkat Universitas, maka akhirnya aku menyanggupi untuk
mempersiapkan portofolio dan persyaratan lainnya. Ketika akhirnya terpilih
untuk mewakili UNISBA ke tingkat Kopertis Wilayah IV, aku mencoba mempersiapkan
diri semaksimal yang aku bisa. Berbulan kemudian diumumkan bahwa aku tidak
terpilih untuk mewakili Kopertis IV ke tingkat Nasional.
Meskipun aku tidak terpilih ke tingkat Nasional, akan
tetapi Rektor UNISBA rupanya tetap memberikan apresiasi, baik secara institusi
maupun pribadi. Hadiah plakat, sertifikat, dan uang aku terima dari Universitas
dan Fakultas. Dari pribadi Prof. Taufik sendiri, beliau menghadiahi umrah trip
ini. Alhamdulillah atas rezeki-Mu yaa ArRazaaq fabiayyi alaa irrobbikumma
tukadzdzibaan … rasanya aku tak layak menerima sederet hadiah ini … namun
tentunya, segala sesuatu terjadi karena izin Allah jua … sujud syukur kami ya
Allah Maha Besar …
Hanya Allah yang paling pantas membalas segala
kebaikan Prof. Taufik sekeluarga atas hadiah umrah trip ini. Semoga Allah
berkenan menyegerakan kemuliaan dan segala kebaikan-Nya untuk Prof. Taufik
sekeluarga.
Terima kasih tak terhingga tentunya aku haturkan kepada Rektorat, Dekanat Fakultas Hukum, Ketua Bagian Hukum Perdata FH UNISBA, Bagian Kepegawaian UNISBA, semua kolega dosen yang senantiasa memberikan dukungan berupa doa, bantuan dan perhatiannya.
Semoga Allah menyegerakan pahala tak terhingga bagi semua pihak.
Semoga Allah berkenan pula untuk senantiasa membantuku menjadi dosen yang sebaik-baiknya, yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga, tapi juga ummat. Semoga profesi dosen ini semakin aku pahami sebagai ladang dalam beribadah dan beramal, membangun diri menjadi pribadi yang mujtahid, mujahid, dan mujaddid. Semoga Allah senantiasa menghimpunkan setiap kebaikan-Nya yang aku butuhkan untuk mewujudkan semua cita-citaku itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.