Sabtu, 17 Januari 2015

HADIAH UMRAH

Dulu, setiap membaca iklan atau berita yang berkaitan dengan hadiah umrah, selalu terselip rasa, “asyiknya ya dapat hadiah umrah, I wish I was the lucky one.”

Ketika pada … November 2014 saat saya sedang sibuk menerima hadiah sertifikat, plakat, dan kotak hadiah dari Rektor UNISBA, MC mengumumkan bahwa 1 orang Dosen Berprestasi dan 1 orang Karyawan Berprestasi memperoleh hadiah istimewa dari Rektor secara pribadi, yaitu “UMRAH”. Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar!

Haru, syukur, bahagia, tak percaya dan sederet rasa lainnya mendadak sesak memenuhi hati dan tumpah tak tertahankan di mata. Bagiku, ‘hadiah umrah’ itu hanyalah wishful thinking, tetapi hari itu Allah membuatnya nyata bagiku. Rasanya ingin segera kurundukkan sujudku saat itu juga di momen ucapan selamat dan bersalaman, namun mengingat berbagai hal, akhirnya sujud syukur itu kurundukkan kemudian ketika usai shalat.

Apabila menggunakan teori tentang sebab-akibat yang diajarkan oleh Von Bury, maka hadiah ini tentu bermula dari penugasan yang diberikan oleh Ketua Bagian Hukum Perdata FH UNISBA kepadaku untuk mengikuti Seleksi Dosen Berprestasi Tingkat Universitas yang diadakan pada bulan April tahun 2014.

Pada awalnya aku merasa tidak layak karena tidak memiliki jurnal internasional terbaru yang sudah published. Kalaupun ada, publikasi internasional yang pernah kumiliki tahun 2002 dan 2003, atau publikasi secara online di website institusi internasional OECD. Akan tetapi, yang terakhir itu tidak merupakan publikasi yang diapresiasi di Ditjen Dikti. Paper hasil penelitian terakhir masih dalam proses submission di satu jurnal internasional yang terindeks di international index yang diakui Ditjen Dikti. Publikasi dalam jurnal internasional menjadi satu penilaian penting dalam Lomba Dosen Berprestasi di Tingkat Kopertis dan Nasional. Oleh karenanya, mengingat ketidaklayakanku tentunya aku merasa segan dan sungkan untuk mengikuti Seleksi Dosen Berprestasi ini. Namun mengingat berbagai pertimbangan lain, terutama karena tidak adanya rekan dosen lainnya yang berkesempatan mewakili Fakultas Hukum untuk maju ke tingkat Universitas, maka akhirnya aku menyanggupi untuk mempersiapkan portofolio dan persyaratan lainnya. Ketika akhirnya terpilih untuk mewakili UNISBA ke tingkat Kopertis Wilayah IV, aku mencoba mempersiapkan diri semaksimal yang aku bisa. Berbulan kemudian diumumkan bahwa aku tidak terpilih untuk mewakili Kopertis IV ke tingkat Nasional.

Meskipun aku tidak terpilih ke tingkat Nasional, akan tetapi Rektor UNISBA rupanya tetap memberikan apresiasi, baik secara institusi maupun pribadi. Hadiah plakat, sertifikat, dan uang aku terima dari Universitas dan Fakultas. Dari pribadi Prof. Taufik sendiri, beliau menghadiahi umrah trip ini. Alhamdulillah atas rezeki-Mu yaa ArRazaaq fabiayyi alaa irrobbikumma tukadzdzibaan … rasanya aku tak layak menerima sederet hadiah ini … namun tentunya, segala sesuatu terjadi karena izin Allah jua … sujud syukur kami ya Allah Maha Besar …

Hanya Allah yang paling pantas membalas segala kebaikan Prof. Taufik sekeluarga atas hadiah umrah trip ini. Semoga Allah berkenan menyegerakan kemuliaan dan segala kebaikan-Nya untuk Prof. Taufik sekeluarga.

Terima kasih tak terhingga tentunya aku haturkan kepada Rektorat, Dekanat Fakultas Hukum, Ketua Bagian Hukum Perdata FH UNISBA, Bagian Kepegawaian UNISBA, semua kolega dosen yang senantiasa memberikan dukungan berupa doa, bantuan dan perhatiannya.


Semoga Allah menyegerakan pahala tak terhingga bagi semua pihak.

Semoga Allah berkenan pula untuk senantiasa membantuku menjadi dosen yang sebaik-baiknya, yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga, tapi juga ummat. Semoga profesi dosen ini semakin aku pahami sebagai ladang dalam beribadah dan beramal, membangun diri menjadi pribadi yang mujtahid, mujahid, dan mujaddid. Semoga Allah senantiasa menghimpunkan setiap kebaikan-Nya yang aku butuhkan untuk mewujudkan semua cita-citaku itu.